pikiran berceloteh

Setiap kisah pasti ada akhir

Kalau ada kehidupan, pasti akan ada kematian…

Kalau ada siang pasti akan ada malam

Kalau ada hujan pasti akan ada matahari, bahkan tak jarang ada pelangi

Maka, kalau ada awal, pasti ada akhir….

Kita ”berjalan” di dunia ini pasti ada ujungnya, tak terbantahkan itu.

Hanya bagaimanakah kita mengawali, menjalani, dan mengakhirinya…

Setiap jiwa, dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci…Itu jadi awal kehidupan…

Setelah itu, bagaimana menjalani hidup?

Setiap hati seorang hawa maupun seorang adam sesungguhnya punya kisah masing-masing yang tak akan sama.

Kisah itu telah ku awali, namun belum berakhir, entah kapan itu berakhir, hanya Tuhan ku Yang Maha Tahu.

Aku ingin kisahku tak kosong, atau walaupun diisi, aku tak ingin semuanya bernilai nol di mata Allah SWT.

Belajar adalah satu-satunya andalanku yang menjadi jejak kisahku. Belajar dalam pengertian yang universal. Selama Allah SWT masih menganugerahkanku udara setiap detiknya, aku akan selalu belajar…

Kisah yang ku ceritakan ini adalah kisah yang mungkin akan berakhir. Sebenarnya, tidak semua kisah berakhir itu bertanda buruk. Walaupun pandanganku terhadap kisah satu ini adalah ’negatif’ namun hati nuraniku berbisik, itu jalan terbaik.

Seindah-indahnya bunga bermekaran, ada saatnya mereka gugur dan layu, maka seindah-indahnya kisah ini, aku tak membantah kalau suatu saat nanti, ini akan berakhir.

Satu yang ku harap, berakhirnya kisah ini, bukan berarti akhir dari perjalananku karena satu-satunya tempat kekal abadi yang tak kan pernah padam hanyalah kehidupan akhiratnya Allah dan aku rela menukar segala yang ada di dunia ini demi hidup abadiku kelak. Itulah salah satu ilmu yang aku dapat dari belajar di buminya Allah.

Teman, jika kalian sedih, janganlah kalian terlalu sedih karena pasti akan ada kebahagiaan yang datang untukmu, dan jika kalian senang, janganlah kalian terlaluu senang karena dalam sekejap bisa saja Allah mengambil itu semua. Banyak-banyaklah bersyukur atas apa yang kita terima walau sebesar butir beras pun.

Advertisement

March 13, 2009 - Posted by | cerita lagi, non fiksi

2 Comments »

  1. Alhamdulillah..
    Bersyukur masih dikasih kesempatan untuk bisa ‘belajar’

    Comment by Atana Sarah Dinda Nadhirah | September 29, 2009

  2. :)

    Comment by Linea Alfa Arina | December 20, 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.