Kini aku berbeda
Dahulu, aku buta…
bukan mataku yang buta, tapi hatiku di dalam diri
Dahulu, aku tuli…
bukan telingaku yang tuli, tapi hatiku di dalam diri
Dahulu, aku bisu…
bukan mulutku yang bisu, tapi hatiku di dalam diri
Dan dahulu, aku tak mengerti…
bukan otakku yang tak mengerti, tapi hatiku di dalam diri
Percayakah kalian semua, kini aku mengetahui…
Hatiku tak lagi buta digelapkan oleh dunia, karena cahaya itu datang menerangiku..
Hatiku tak lagi tuli, bisa ku dengar kabar baik dari alam kehidupan…
Hatiku tak lagi bisu, perlahan berbicara tentang kalimat-kalimat agung petunjuk kebahagiaan…
dan sekarang aku mengerti, Tuhanku masih ada di sini…
Rasa syukur tak berhenti ku panjatkan atas nikmat-Nya yang tak terhitung.
Aku yang sering “merusak”, “tidak peduli” kini diingatkan untuk belajar mengasihi dan menyayangi dengan tanganku sendiri…
Aku yang sering jalan tak tentu arah, kini ditempatkan pada tempat di mana seharusnya aku duduk, tinggal, dan hidup…
Aku takkan diam… takkan lagi diam.
Aku ingin belajar, menjadi apa yang Allah minta, mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan menghindari apa yang Allah larang…
Teman, bantu aku.
Bantu aku berada di tengah kebahagian sejati ini…
Kadang aku merasa malu, apakah aku pantas? Sebelum masa ini dimulai, aku hanyalah anak yang tak bisa “menjaga hati”. Aku terbawa oleh suasana dunia.
Tapi, Tuhanku menunjukkan komunitas indah ini padaku…
Jika aku boleh berjanji, aku takkan sia-siakan hadiah istimewa ini…
Alhamdulillah, Allahu Akbar ! Terima kasih Ya Allah, Engkau berikan kesempatan kepadaku yang hina ini…
dan sekarang aku katakan pada kalian..
“Kini aku berbeda…”
-
Archives
- December 2009 (1)
- August 2009 (2)
- March 2009 (1)
- January 2009 (1)
- October 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS