pikiran berceloteh

Kini aku berbeda

Dahulu, aku buta…
bukan mataku yang buta, tapi hatiku di dalam diri
Dahulu, aku tuli…
bukan telingaku yang tuli, tapi hatiku di dalam diri
Dahulu, aku bisu…
bukan mulutku yang bisu, tapi hatiku di dalam diri
Dan dahulu, aku tak mengerti…
bukan otakku yang tak mengerti, tapi hatiku di dalam diri

Percayakah kalian semua, kini aku mengetahui…
Hatiku tak lagi buta digelapkan oleh dunia, karena cahaya itu datang menerangiku..
Hatiku tak lagi tuli, bisa ku dengar kabar baik dari alam kehidupan…
Hatiku tak lagi bisu, perlahan berbicara tentang kalimat-kalimat agung petunjuk kebahagiaan…
dan sekarang aku mengerti, Tuhanku masih ada di sini…

Rasa syukur tak berhenti ku panjatkan atas nikmat-Nya yang tak terhitung.

Aku yang sering “merusak”, “tidak peduli” kini diingatkan untuk belajar mengasihi dan menyayangi dengan tanganku sendiri…

Aku yang sering jalan tak tentu arah, kini ditempatkan pada tempat di mana seharusnya aku duduk, tinggal, dan hidup…

Aku takkan diam… takkan lagi diam.

Aku ingin belajar, menjadi apa yang Allah minta, mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan menghindari apa yang Allah larang…

Teman, bantu aku.

Bantu aku berada di tengah kebahagian sejati ini…

Kadang aku merasa malu, apakah aku pantas? Sebelum masa ini dimulai, aku hanyalah anak yang tak bisa “menjaga hati”. Aku terbawa oleh suasana dunia.

Tapi, Tuhanku menunjukkan komunitas indah ini padaku…

Jika aku boleh berjanji, aku takkan sia-siakan hadiah istimewa ini…

Alhamdulillah, Allahu Akbar ! Terima kasih Ya Allah, Engkau berikan kesempatan kepadaku yang hina ini…

dan sekarang aku katakan pada kalian..

“Kini aku berbeda…”

Advertisement

August 23, 2009 - Posted by | cerita lagi, non fiksi

9 Comments »

  1. asiiik, alhamdulillah, Allahu Akbar!

    Comment by natan | August 23, 2009

  2. Allahu Akbar !
    eh masa komen lu masuk spam coba haha

    Comment by Linea Alfa Arina | August 23, 2009

  3. terkadang.. kita tidak tahun apa yang Allah gariskan untuk kita, karena Allah memiliki caranya tersendiri untuk menyayangi kita..
    dulu, akupun sepertinya sama sepertimu.. namun lagi-lagi Allah memberikan kesempatan itu padaku dan akhirnya aku ingin terus tetap berada di jalan ini..
    jalan dimana aku bisa menjadi pejuang.. jalan dimana orang-orang bergiat untuk mencapai 1 visi.. jalan yang takkan rela melihatmu berair mata karena lelah.. selalu saja ada semangat disekeliling..
    ya, istiqomah rin.. uhibbukifillah.. ^^

    Comment by binbu1710 | August 26, 2009

  4. @Teh Ndu :
    Teh nduuu pengen nangis jugaa :’) iya teh aku nyaman di jalan ini :) semoga aku bisa ngasih manfaat untuk jalan ini ya teh ga cuma jalan ini yang ngasih manfaat buat aku..
    Iya, Insya Allah aku usaha buat Istiqomah…makasih buat semangat2nya tetehku ^^

    Comment by Linea Alfa Arina | August 26, 2009

  5. subhanallah! hamasah ya adikuu :)

    Comment by tuti | September 17, 2009

  6. @teh tuti : :) makasih teh, hamasah juga tetehku ^^

    Comment by Linea Alfa Arina | September 17, 2009

  7. subhanallah .. semangat arin :D

    Comment by Atana Sarah Dinda Nadhirah | September 28, 2009

  8. Alhamdulillah :)
    hem awal2ny mirip yg esq ya rin? Hehe

    Comment by laila m | October 5, 2009

  9. @teh atana : hamasah juga tetehku :)
    @laila : iyaaaa , setelah merenung inget esq tuh la :p

    Comment by Linea Alfa Arina | December 20, 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.